Monday, February 18, 2019

Chotrul Duchen


Namo Buddhaya,

Terkait dengan perayaan Chotrul Duchen tgl 19 Februari 2019 nanti, selain penyalaan pelita di Arya Taray Centre Jakarta, kita juga akan melakukan persembahan 1,080 pelita di Bhutan yang akan dipimpin oleh Khenpo Thubten Dorji Rinpoche.

Jasa kebajikan yang diakumulasi selama Chotrul Duchen khususnya di hari ke 15 Lunar akan bermultiplikasi 10 juta kali lipat.

Untuk itu, kami membuka kotak dana dan memberikan kesempatan berdana  persembahan pelita di Bhutan. Donasi dapat ditransfer ke rekening :

Yayasan Arya Taray Nusantara
BCA   084-9999-127

Kode donasi : 15 di belakang nilai donasi.

Donasi akan ditransfer pada hari Jumat, tgl 15 Februari 2019. Oleh karena itu, kotak dana hanya akan dibuka selama 1 hari saja yaitu pada tanggal 14 Februari 2019 hingga pukul 21.00

Donasi yang telah ditransfer dapat dikonfirmasi dengan Humas ATC Jakarta (+6285946355004).

Demikian informasi ini kami sampaikan. Sebelum dan sesudahnya, Anumodana.

Hormat kami,
Arya Taray Centre Jakarta
FB: Arya Taray Nusantara
IG @ AryaTarayCenter

PS. Penggalangan dana ini murni atas inisiatif murid murid Khenpo Thubten Dorji Rinpoche di Indonesia.

“MEMPERKUAT RESONANSI CINTA DALAM HIDUP ANDA”


Dalam rangka menyambut 250 orang member Rumah Barito dan MIGRASI ke Aplikasi Telegram..

Rumah Barito mempersembahkan Program berikutnya..

“MEMPERKUAT RESONANSI CINTA DALAM HIDUP ANDA”

Program yang efektif dan bermanfaat ini akan membahas alasan dan emosi / energi apapun yang mencegah Bapak/Ibu memiliki dan menarik lebih banyak cinta ke dalam hidup Bapak/Ibu.

Apakah cinta yang diinginkan ini bersama pasangan, suami/ istri, anak, orangtua, keluarga, teman, kolega, partner kerja, boss dan bahkan cinta untuk diri sendiri dan/ atau menarik hubungan cinta yang positif dan memelihara hubungan yang menyenangkan ke dalam hidup Anda..
Program ini memungkinkan untuk menemukan inti dan masalah yang belum terselesaikan yang menghambat perjalanan hidup Bapak/Ibu.

Masalah yang belum terselesaikan dari masa lalu adalah hambatan, yaitu adanya energi/ emosi dalam tubuh kita dan di luar tubuh kita, untuk mendapatkan cinta yang Anda inginkan dalam hidup Anda hari ini.
Masalah-masalah ini bisa jadi masalah yang kita lupakan atau kita sudah merasa sembuh!
Anda bahkan mungkin tidak tahu 'mengapa' cinta perlu diperjuangkan seperti itu.
Mungkin juga ada energi leluhur, yaitu Emosi Terjebak yang diwarisi, mencegah cinta, dan menghalangi pertumbuhan kehidupan Anda.

Secara keseluruhan, polanya terus muncul dan menghancurkan impian kita untuk percaya bahwa kita dapat memiliki hubungan cinta sejati dan tulus dengan orang-orang yang dekat dengan kita,  bahkan menarik pasangan yang luar biasa, atau mendapatkan persahabatan yang lebih dekat.

Adakah yang punya masalah seperti tersebut dan ingin “mengurai” untuk memuluskan perjalanan hidup masing2.. ??

Mohon lakukan pendaftaran ke
VILYA 0812 9444 1539 untuk info lebih lanjut.

Giliran waktu konsultasi dan terapi akan kami beritahukan kemudian.
Terima kasih.

Using problem as a support for meditation


Using problem as a support for meditation
Menggunakan keadaan yang menyusahkan atau problem sebagai pendukung dalam bermeditasi

Apakah saat ini Anda sedang memiliki problem atau masalah? Anda dapat menggunakan problem atau keadaan yang menyusahkan tersebut sebagai pendukung berlatih meditasi. Bagaimana caranya dan apa manfaatnya? Mari kita belajar dan berlatih bersama di Tergar meditation centre.

Join our Tergar West Jakarta’s Group Meditation & Study,
Location:
Perum. Green Mansion, Jln. Boulevard Raya 47 No. 35,
Daan Mogot Raya Km.10, West Jakarta.
Tuesday, 19 February 2019, 19:30-21:00.
Free & Open to Public
Info : 08111869328 (whatsapp).
@TergarIndonesia

THE SIX FACULTIES


THE SIX FACULTIES
Group Meditation and Study
Tergar South Jakarta
.
Kita berinteraksi dengan dunia sekitar melalui 6 fakultas, yaitu 5 fakultas indria dan 1 fakultas mental. Dianalogikan seperti seorang monyet yang melihat ke luar melalui 5 jendela. Saat kita mengalami masalah, Rinpoche menyarankan kita untuk: “Look
at the way you look” karena ternyata bagaimana cara kita melihat menentukan apa yang kita alami. Bagaimana kita bermeditasi dengan 6 faculties? Dan bagaimana kita mulai lepas perlahan dari jerat yang selama ini membuat kita menderita? Porsi latihan minggu ini adalah 70% sedangkan porsi studi-diskusi  adalah 30%
.
Komunitas Meditasi Tergar di South Jakarta, Jl. Hang Tuah  9 no.9, kebayaran Baru, Jakarta Selatan.
.
Kamis, Tanggal 21 Feb, jam 7-9pm, Open to all, fee 50k/orang, registrasi: 08157123696 (whatsapp). Limited capacity
.
@TergarIndonesia

Sunday, February 17, 2019

Kuntiverse




kisahtanahjawa


Pada episode pertama ini, Juru Kunci (Jurkun) akan menjembatani dalam berkomunikasi dengan sosok ratu kuntilanak, dia adalah Tugini atau nama bekennya Tamara. Sosok ayu bergaun hitam serta bermahkota itu bersedia untuk hadir dan Jurkun wawancarai, terkait terpilihnya sebagai Miss Kuntiverse. Sama seperti di alam manusia yang dilakukan setiap satu tahun sekali, pemilihan ratu kuntilanak sejagad inipun digelar serupa setahun sekali, tapi yang berbeda, setahun untuk di alam sana sebanding dengan seribu tahun di alam nyata. Setelah Jurkun persingkat, dari pembicaraan kami bedua, Tugini menyampaikan untuk kriteria bagi peserta dalam kontes tersebut harus memenuhi tiga karakter, yaitu usia, penampilan dan kemampuan. Peserta-peserta yang turut hadir merupakan kontestan kuntilanak yang berasal tak hanya dari dalam negeri saja, bahkan datang dari negeri seberang. Sebagai “juri utama” dalam kontes ini, turut hadir mantan-mantan Miss Kuntiverse, dan tentunya ada yang datang dari salah satu kota besar di Kalimantan. Jembatan layang yang menjadi venue dari acara ini, dalam pengelihatan mata ketiga, disulap layaknya sebuah catwalk yang cukup cantik dan meriah.

Dalam klasifikasi species kuntilanak sendiri asal-usulnya sangat beraneka ragam, dari yang pure bangsa jin hingga qorin beraura negative orang meninggal tidak wajar, lantas tertarik dan menjelma menjadi sosok ini. Dalam dimensi mereka, lantas akan tercipta sifat, karakter dan “gaun” yang berbeda-beda mengikuti aura bawaannya, selain “usia’ juga akan berpengaruh terhadap pembentukan tersebut. Tugini menyampaikan, usia harus lebih dari seribu tahun, penampilan dalam hal ini mampu merubah seribu wujud (rupawan dan tidak bertaring, memyeramkan atau pucat pasi) dengan kemampuan ekstrim dapat menjerumuskan manusia yang lupa akan Tuhan-nya. Menjerumuskan dalam hal menggoda iman manusia, untuk kemudian memuja atau memelihara dalam tujuan tertentu (ngilmu, susuk atau pesugihan) sampai merasuk ke alam bawah sadar dan menganggu seperti saat berkendara, kemudian menyebabkan kecelakaan.

 Tugas seorang Ratu Kuntilanak ialah mengendalikan daerah sekitar koloninya serta membawahi Kuntilanak lain bergaun putih, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, pink bahkan sampai merah. Kuntilanak bergaun “mambo” ini boleh disebut juga kuntirangers. Kerajaan mereka biasanya berada di hutan dengan pohon besar dan lebat atau gua hingga lereng gunung, akan tetapi untuk saat ini bahkan ada yang di jembatan layang (fly-over) di perkotaan atau jalan lingkar luar. Hal tersebut disebabkan dari kisah sejarah sebelumnya, yang mana dahulu sebelumnya area jembatan tersebut merupakan hutan belantara, lantas dibuka untuk dibangun jalan raya atau rel kereta api.

Sekilas tampak keanehan dengan jalan yang melintas di jembatan-jembatan tertentu itu, akan tetapi kasus lakalantas hingga bunuh diri, acap kali dijumpai, yang mungkin bisa dikaitkan dengan keberadaan dari “kerajaan kuntilanak” ini, selain sebab teknis atau human error. Dalam visualisai “mata ketiga” jalan yang melintasi jembatan itu tak ubahnya seramai pasar tumpah dengan sosok kuntilanak bergaun warna-warni, yang jalan mondar-mandir, terbang melayang, hanya sekedar duduk-duduk ditepian dinding pembatas bahkan sengaja menabrakkan diri sampai menumpang kepada pengendara yang sedang melintas. Jika kondisi tidak fokus, mengantuk, melamun atau lupa uluk salam dan membaca doa. Sosok kuntilanak ini bisa saja mengendalikan alam pikiran, memanipulasi kondisi jalan dan mendadak menampakkan diri (sebab kemudian terjadi kecelakaan) hingga lalu “mengikuti”. Jika tanpa sengaja melintasi jembatan maupun pohon besar ditepian jalan, yang mungkin memasuki “wilayah” mereka, ada baiknya membaca doa, fokus dan jangan lupa untuk bunyikan klakson sebanyak tiga kali ( klakson pertama dia berhenti, kedua dia melihat atau menengok dan ketiga dia akan berbalik).

Pesan teruntuk remaja putri yang sedang mengalami datang bulan, mohon sekiranya saat membuang pembalut, setidaknya dicuci bersih atau dibuang ditempat pembuangan yang layak, jangan jorok dan sembarangan. Sebab bangsa kuntilanak ini sangat senang dengan bau anyir darah, mereka memiliki penciuman dengan radius bahkan terjauh hingga sepuluh ribu kilometer. Ketika ada pembalut anyir yang dibuang sembarangan atau tertinggal di kamar kecil, lantas mereka akan datang untuk nge-fly bareng menghisapi bau anyir tersebut.
Salah satu mantra “pengundang” dapat dengan tembang pemanggil kuntilanak yang akan cocok jika ditembangkan saat tengah malam dalam suasana hujan gerimis. Jika “dia” datang, maka akan diawali terdengar suara anak ayam atau bau bunga dengan wangi tipis yang pertanda dia dekat, akan tetapi jika bau bunga terang menyengat, pertanda dia jauh. Hal ini sama dengan suara khas tertawanya mereka yang cukup memekakan telinga.

Berikut cuplikan lirik-nya :
…nalikane udan gerimis
nora katon sinar rembulan
wis wanci ndalu
ingsun durung bisa nendro
celuk sliramu
mara mrene
genduk sing ayu dewe
sliramu sing nang kana
aja pada sirna
aja pada sirna
pada mara mrene...

Pujon



kisahtanahjawa


 Pernahkan mendengar istilah hamil anggur atau kehamilan semu, banyak asumsi dan mitos yang berkembang tentang kehilangan janin saat masih berada dikandungan. Seorang perempuan yang awalnya dinyatakan positif hamil dan beberapa bulan kemudian, mendadak perutnya kempes, setelah dicek, diketahui sudah tidak ada janin di dalam rahimnya.

Menurut istilah medis disebut dengan Blighted Ovum, terjadi akibat tidak terbentuknya embrio, dari pembuahan pada proses pertemuan antara sel sperma dengan sel telur, akan tetapi, sebagian dari sel-sel tersebut tetap akan membentuk kantung ketuban lengkap dengan cairan plasenta, sehingga kantung kehamilan tetap berkembang dan terus membesar.

Perempuan yang mengalaminya tetap akan merasakan kondisi layaknya orang hamil pada umumnya, seperti mual atau telat datang bulan, sampai pada masa kehamilan memasuki bulan ke-2, barulah terdeteksi saat cek USG, yang akan terlihat tidak adanya embrio yang berkembang.

Menurut pandangan medis, sementara diasumsikan, adanya kelainan kromosom, genetika atau sel-sel reproduksi tersebut sedang dalam kondisi kurang prima.

Lantas, menjadi hal yang paling horror, jika ditinjau dari sudut non medis, kejadian mistis tentang penculikan dan pemindahan janin dari satu rahim ke rahim lain, untuk tujuan tertentu hingga dijadikan tumbal. Praktek ini menggunakan ilmu sihir dan perantara makhluk halus tertentu.


Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, disebut dengan “ilmu pujon”. Jurkun akan mencoba berkomunikasi dengan “Sunarsih” si kurir pemindah janin, yang jasanya dipakai dalam praktek ilmu pujon.

Transfer janin, bisa ditempuh dengan cara konvensional bahkan dari jarak jauh online serta semakin merebak dalam masyarakat umum pada kota-kota besar di tanah Jawa.

Semuanya tentu dengan mahar tertentu, semakin tinggi mahar yag dibayar, maka proses akan semakin cepat dan cenderung simple hingga dapat request jenis janin yang dikehendaki dan hadir sebagai solusi instan bagi pasangan pasutri yang kesusahan dalam mendapatan keturunan atau untuk tujuan ritual tertentu, semisal pesugihan bahkan cara penguguran janin secara “halus”.

Pasutri yang berniat, akan mendatangi atau menghubungi paranormal jasa transfer janin, tentunya dengan persyaratan. Syarat umum yang harus dipenuhi, seperti, datang dalam kondisi sehat lahir maupun batin, dalam ikatan pernikahan resmi, usia minimal 21 tahun, bersedia menjalankan segala aturan, prosesi ritual, menyediakan ragam sesaji tertentu, tak ketinggalan sanggup membayar mahar dalam jumlah nominal yang sudah disepakati.

Lalu syarat khusus meliputi ras dan golongan darah dari calon janin, haruslah sama atau ada kecocokan antara pemohon dengan janin yang akan dipindahkan.


Jika semua persyaratan sudah sesuai, maka paranormal akan melakukan proses pencurian janin dari rahim perempuan lain secara metafisika, untuk kemudian dipindahkan ke rahim pasiennya.

Pada waktu yang telah disepakati bersama untuk melakukan ritual, paranormal akan segera melakukan proses transfer jain gaib dengan menyuruh perewangannya seperti ‘Sunarsih” ini untuk bekerja, dia akan mencari janin dari perempuan hamil yang telah lepas masa mitoni (tujuh bulanan).

Dikisahkan, seorang perempuan hamil 9 bulan, saat dijalan bertemu dengan seseorang yang baru dikenalnya, dengan tutur sapa lembut, meminta izin untuk turut mengelus perut perempuan ini. Tanpa berpikir buruk, perempuan hamil ini hanya menurut saja, lantas dia kemudian pulang kerumah, saat malamnya, bermimpi aneh, didatangi kawanan burung yang sontak mengerubutinya, dalam kasus kejadian lainnya bisa bervariasi, ada juga yang melihat kehadiran seekor ular masuk ke kamar tidur atau mimpi dililit ular.

Pada pagi harinya, saat bangun tidur, sontak heran dan kaget, mendapati perutnya yang semula hamil besar, sekarang sudah kempes seperti perempuan normal tidak dalam kondisi hamil.

Setelah menjalani tes dan konsultasi baik medis, dinyatakan tidak hamil sama sekali, hal yang tidak bisa diterima akal sehat menjelang HPL. Anehnya kondisinya fisik serasa lemas layaknya seseorang yang baru saja melahirkan.

Sosok pengelus perut ini tak lain adalah si paranormal atau bisa orang suruhannya, dimana saat kejadian itu dia mengusap-usap perut dengan tujuan memasukan sesuatu yang tak kasat mata ke dalam perut target, dapat berupa energi negatif untuk menempatkan jinnya yang akan diperintah jadi kurir. Waktu tengah malam, saat target tertidur, “Sunarsih” mulai dinas melaksanakan tugasnya.

Melalui alam bawah sadar (si target sontak akan mengalami kejadian mimpi buruk) “dia” menarik janin hidup dalam rahim target, lantas merubahnya kedalam bentuk metafisik dan membawanya pergi untuk diletakkan pada rahim baru si penerima, setelah ter-install, janin tersebut dirubah kembali ke dalam kondisi fisik, dan dapat dipastikan si penerima dengan ajaib akan hamil secara instan.

Pemilihan target biasanya dilakukan secara acak, dengan melihat perempuan mana yang sedang dalam kondisi banyak pikiran, sedang tidak dekat dengan Tuhannya atau belum melakukan selamatan kehamilan, seperti mitoni atau doa bersama. Alternatif target yang lain, juga bisa diambil dari kesepakatan bersama antara “penerima” dengan “pendonor”, hal ini khusus dilakukan bagi yang hamil diluar nikah, tidak menghendaki kelahiran janinnya.

Penyebab kegagalan praktek ilmu pujon, dapat disebabkan dari kesalahan tata cara ritual, “penolakan” dari si penerima janin, ada perbedaan ras maupun golongan darah (syarat khusus), tidak sesuai dengan permintaan, dapat pula rapalan mantra ini tak berfungi karena salah atau si penerima memiliki ilmu tertentu, rajah dalam tubuh, mustika, pusaka atau jin pendamping, yang berdampak bentroknya antar kedua energi.

Dampak kegagalan adalah si janin kemudian terlantar di dimensi astral bersama dengan jin “kurir”. Janin ini lantas tetap tumbuh berkembang dan “lahir” sebagai bayi ajaib yang kemudian akan bersama dengan si kurir di alam gaib. Tak heran jika ada sosok jin betina yang mengasuh dan mengendok anak, seperti sosok kuntilanak yang mengendong bayi.

kalacakra



















Kali ini kita akan bahas mengenai salah satu rajah yang cukup terkenal di Jawa, yakni sebuah rajah yang bernama kalacakra.

Oya, buat kalian yang belum paham yang namanya rajah, bisa dijelaskan bahwa rajah adalah sebuah kalimat yang digoreskan pada media seperti kain, kertas, batu ataupun badan. Media yang digoreskan bisa menggunakan tinta, minyak bahkan darah.

Rajah esensinya adalah sebuah bentuk doa atau permohonan agar tercapai apa yang menjadi kehendak si pengguna rajah. misal ingin kebal senjata, disegani orang lain bahkan dicintai lawan jenis...

Rajah sendiri meskipun bertuliskan huruf arab belum tentu bersifat positif, bisa saja rajah tersebut memiliki energi negatif, karena semua tergantung orang yang membuatnya dan permohonan doa nya kepada siapa? Tuhan ataukah Setan?

Kita pahami dulu bahwa ilmu itu ada 2 macam, 1 yakni memohon kepada Tuhan, 2 mengikuti jalan setan. Semua mungkin bisa dikatakan sama tangguhnya, hanya kelak kompensasi yang didapat jelas beda, karena mengikuti jalan setan berati melawan aturan Tuhan.


Namun, jika diamati, banyak orang terjebak mengikuti jalan setan, karena aklerasi nya lebih cepat. Misal dengan ilmu Tuhan butuh waktu 20 tahun, namun dengan ilmu iblis hanya butuh waktu 2-3 tahun saja.

Kembali kepada Rajah Kalacakra. Kala/Kolo dalam bahasa jawa diartikan sebagai sial/sesuatu yang jahat, sedangkan Cakra adalah senjata dari Batara Kresna yang digunakan untuk memusnahkan sial/apes tersebut, jadi kalacakra diartikan sebagai penghancur sial/apes.

Seperti kisah ketika terjadi perselisihan antara Sultan hadiwijaya & haryo Penangsang, Sunan Kudus yg membela Haryo Penangsang menyiapkan sebuah kursi yg telah dirajah kala cakra utk diduduki Sultan Hadiwijaya.

Harapannya, setelah menduduki rajah kalacakra, sang sultan akan kehilangan kesaktian dan akan terkena sial. Tetapi malang karena tanpa sengaja Haryo Penangsang lah yang menduduki rajah tersebut yg dipercaya sebagai awal kekalahannya dlm melawan Pajang hingga akhirnya terbunuh.

Banyak versi mengenai bentuk rajah tersebut, terutama sejak berkembangnya Islam di tanah Jawa, sehingga oleh para Wali bentuk rajah itu banyak digubah tanpa mengurangi esensi.


 nah kalo versi aslinya kurang lebih seperti ini :
- YAMARAJA - JARAMAYA (siapa yang menyerang, berbalik berbelas kasihan)
- YAMARANI - NIRAMAYA (siapa datang bermaksud buruk, akan menjauh)
- YASILAPA - PALASIYA (
siapa membuat lapar akan malah memberi makan)
- YAMIRODA - DAROMIYA (siapa memaksa berbalik memberi) - YAMIDOSA - SADOMIYA (siapa yang salah, berbalik membuat jasa)
- YADAYUDA - DAYUDAYA (siapa memerangi berbalik mengajak damai)
dan yang terakhir adalah - YASIHAMA - MAHASIYA (siapa merusak berbalik menjadi membangun)

Oya, Masyarakat Jawa yang pada masa itu boleh dikatakan sudah berbudaya dan memiliki spiritual serta supranatural yang cukup tinggi. Dimana hal itu membuat para wali yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa menggunakan strategi pendekatan budaya serta “adu kaweruh”.

Orang Jawa tidak akan mempan dijanjikan syurga dengan iming - iming aneka ragam buah - buahan serta air yang mengalir karena tanah Jawa sendiri adalah tanah “syurga”. Beda dengan jazirah Arab yang notabene berupa hamparan gurun pasir serta gersang.


Namun ketika metode yang dilakukan oleh para wali menggunakan pendekatan budaya serta spiritual dan supranatural, maka berbondong - bondonglah masyarakat Jawa mulai belajar mendalami ajaran agama Islam.

kembali kepada konteks Rajah Kalacakra, bisa jadi Sambharabhudhara atau yg lebih dikenal dengan nama Borobudur & merupakan Candi yang juga berfungsi sebagai penunjuk waktu dikala itu adalah wujud dari Rajah Kalacakra ber skala besar.

Dimana harapannya wilayah Jawa Tengah menjadi daerah yg selalu damai serta jauh dari segala angkara. Terlepas dari semua itu patut menjadi perhatian bahwa Rajah kalacakra yg memiliki makna roda raksasa simbol waktu serta melambangkan 8 penjuru arah mata angin.

merupakan gubahan para leluhur Jawa dimana rajah kalacakra adalah sebuah “energi tak kasat mata” yang merubah sebuah keburukan menjadi kebaikan dan diyakini memiliki khasiat bakal membawa "pengapesan" terhadap orang yang melakukan Kejahatan atau pun penghinaan.