by Miawruu
Have you ever heard about Indigo Child???

Belakangan ini, marak media memberitakan tentang kemunculan anak-anak indigo. Mereka adalah anak-anak yang memiliki kelebihan dalam dunia spritual atau yang dikenal dengan six sense. Tetapi sangat Mia sayangkan, bahwa liputan beberapa media tentang fenomena anak-anak indigo ini hanya sebatas nilai komersilnya sehingga informasi yang diberikan jadi dangkal, ambigue dan kurang jelas mengenai apakah anak indigo itu sebenarnya. Sehingga masyarakat menjadi bias tentang arti Indigo.Oleh karena itu, timbulnya sebuah persepsi bahwa semua paranormal atau yang mempunyai bakat six sense itu adalah orang indigo. Makanya ketika ada “anak biasa” dengan sedikit bakat paranormal – yang justru biasa terdapat pada anak balita atau basata (bawah satu tahun) langsung dianggap sebagai anak indigo. Atau paranormal atau yang mempunyai kemampuan psikis diatas orang rata-rata pada umumnya langsung juga di cap sebagai indigo. Padahal pendapat itu sangat salah.
Indigo sangat berbeda dengan paranormal kebanyakan yang ada disaat ini. Kita ambil contohkan saja seperti mama lauren, Dedy Corbuzier, Ki Joko Bodo (yang kapan pinternya?). Mama Lauren yang bisa melihat masa depan, Dedy corbuzier yang mempunyai kekuatan pikiran dan bisa memprediksi masa depan juga, dan Ki Joko Bodo (yang ga pinter2) bisa melihat makhluk dari alam lain. Mereka ini adalah contoh dari orang yang mempunyai six sense yang tajam dari orang lain pada umumnya atau mempunyai kekuatan supranatural. Tetapi mereka bukanlah termasuk sebagai orang Indigo.
Kelebihan anak-anak indigo tidak hanya terletak dalam hal six sense saja, tetapi terkadang ada anak-anak indigo ini mempunyai bakat diluar kemampuan six sense atau yang bersifat supranatural dan spiritual. Seperti kemampuan dalam hal akademik, kemampuan dalam olahraga, dan kemampuan lain-lainnya. Ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal dsb. Tetapi, tentu saja titel sebagai ‘indigo’ ini bisa didapatkan pada sebagian orang yang tiba-tiba berubah menjadi indigo child dan memiliki segala kelebihannya karena terbebas dari suatu penyakit berat atau kecelakaan parah yang biasanya secara medis sudah dinyatakan tidak ada harapan hidup lagi, tetapi tahu-tahu bisa kembali sehat normal dan menjalani hidup seolah baru terbebas dari kematian dan mempunyai kemampuan intuisi tajamUmumnya orang Indigo mempunyai tingkat kepintaran tinggi, walaupun tidak bisa diukur dengan prestasi sekolah dan ukuran peringkat. Karena mereka lebih senang menyembunyikan kelebihan mereka dari dunia luar, karena orang indigo biasanya bersifat tertutup (introvert). Akan tetapi, kita bisa menyadari perbedaannya dengan anak seusianya. Mereka punya kemampuan berpikir, berdialog setingkat orang dewasa bahkan melebihi intelektualitas orang dewasa. Jadi, hati-hati kalau berhadapan dengan seorang indigo jangan mengukur kemampuan berpikir mereka dari usia dan pendidikannya. Terkadang apa yang tidak sampai dalam alam pikir kita sebagai orang dewasa, indigo bisa mencapainya. Jadi, terkesan ia banyak akalnya dan banyak maunya, menjadikan mereka suka dicap sebagai anak kecil “sok tahu” atau kalau anak indigo itu sudah dewasa nanti maka ia akan dicap sebagai orang dewasa yang sombong karena suka menganggap lawan berdialognya seakan-akan “telmi”
Apakah arti Indigo itu?Indigo, berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, (atau lebih kea rah biru tua/ dark blue) diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University. Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura.Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.Anak indigo adalah anak-anak yang memiliki aura dominan berwarna nila, namun fisiknya sama seperti anak lainnya. Di samping itu anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau orang tua. Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang dewasa sekalipun, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.
Apa itu old soul? Reinkarnasi atau dari faktor bawaan DNA?Old soul dalam arti secara harfiah adalah jiwa tua. Para peneliti berpendapat kebijakan dan pengetahuan anak-anak indigo ini berasal dari old soul mereka sehingga jiwa yang mereka miliki lebih tua dari pada tubuh fisik mereka. Misalnya, anak indigo yang berumur lima tahun bisa memiliki kebijakan dan pengetahuan seperti orang berusia 20 tahun atau 30 tahun bahkan lebih. Pengetahuan dan kebijakan inilah yang menyebabkan IQ anak-anak indigo di atas orang jenius rata-rata. (bukan diatas orang normal ya, tetapi diatas orang jenius). Kemampuan anak-anak indigo ini juga diatas orang yang mempunyai six sense pada umumnya.
Ada dua pendapat orang mengenai old soul ini. Pendapat pertama, didasarkan dari kepercayaan tertentu. Mereka menganggap old soul ini adalah merupakan titisan roh atau yang dikenal dengan reinkarnasi. Manusia yang memiliki spiritualitas dan intelektualitas tinggi, setelah mati, lahir kembali dengan sosok yang baru, di antaranya dalam tubuh anak indigo ini, untuk tujuan mulia.Seperti contoh, yang di alami Pranaya Sinangwidhi, seorang bocah yang berumur 7 tahun.
Apakah arti Indigo itu?Indigo, berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, (atau lebih kea rah biru tua/ dark blue) diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University. Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura.Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.Anak indigo adalah anak-anak yang memiliki aura dominan berwarna nila, namun fisiknya sama seperti anak lainnya. Di samping itu anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau orang tua. Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang dewasa sekalipun, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.
Apa itu old soul? Reinkarnasi atau dari faktor bawaan DNA?Old soul dalam arti secara harfiah adalah jiwa tua. Para peneliti berpendapat kebijakan dan pengetahuan anak-anak indigo ini berasal dari old soul mereka sehingga jiwa yang mereka miliki lebih tua dari pada tubuh fisik mereka. Misalnya, anak indigo yang berumur lima tahun bisa memiliki kebijakan dan pengetahuan seperti orang berusia 20 tahun atau 30 tahun bahkan lebih. Pengetahuan dan kebijakan inilah yang menyebabkan IQ anak-anak indigo di atas orang jenius rata-rata. (bukan diatas orang normal ya, tetapi diatas orang jenius). Kemampuan anak-anak indigo ini juga diatas orang yang mempunyai six sense pada umumnya.
Ada dua pendapat orang mengenai old soul ini. Pendapat pertama, didasarkan dari kepercayaan tertentu. Mereka menganggap old soul ini adalah merupakan titisan roh atau yang dikenal dengan reinkarnasi. Manusia yang memiliki spiritualitas dan intelektualitas tinggi, setelah mati, lahir kembali dengan sosok yang baru, di antaranya dalam tubuh anak indigo ini, untuk tujuan mulia.Seperti contoh, yang di alami Pranaya Sinangwidhi, seorang bocah yang berumur 7 tahun.

Ia rajin melakukan puasa dan meditasi. Prana juga melakukan puasa dan meditasi. Keinginannya berpuasa tidak dapat dihentikan. Ia kuat menahan lapar dan haus. Sering kali ia bermeditasi, dimana saja dan kapan saja. Tidak ada yang bisa membuyarkan konsentrasinya. Karena spiritualitas yang tinggi ini batinnya dekat dengan alam. Gempa bumi, letusan gunung dan banjir, pernah diutarakan kepada orangtuanya, jauh sebelum peristiwa itu terjadi. Ia mampu membaca peristiwa alam yang akan terjadi dimasa depan, bahkan memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit. Sejak usia lima tahung hingga kini, bocah lugu ini kerap bercerita kepada ibunya bahwa ia pernah terlahir sebagai panglima perang dari cina yang hidup di abad 13 (disini saya tidak akan membahas tentang Pranaya secara detil, jika ada yang tertarik dengan kemampuan dari anak indigo Pranaya ini, silahkan lihat cerita tentang Pranaya di http://www.pro-vclinic.web.id/articles/anakku-titisan-panglima-perang-cina.html).
beberapa anak indigo memiliki kemampuan berbahasa ataupun kemampuan lain, yang belum pernah diajarkan siapapun sebelumnya.Seperti yang dialami oleh seorang tukang becak (pernah ditayangkan di Seputar Indonesia waktu tahun 2008 yang lalu) bahwa putrinya sangat fasih berbahasa Inggris dan Prancis. Padahal dia sendiri tidak paham satupun bahasa asing ini. Ketika organisasi Persatuan Anak Indigo Indonesia menganalisis aura anak ini, ternyata dia termasuk anak Indigo.
Pendapat kedua, berasal dari kalangan ilmuwan. Berdasarkan scientist, para ilmuwan dapat menjelaskan fenomena ini dan mengartikan reinkarnasi dengan artian yang lain. Reinkarnasi sebenarnya bukan kelahiran kembali/jiwa seseorang yang menempati tubuh baru tapi dalam ilmu sains, didalam diri manusia terdapat rangkaian DNA (kode genetik yang berisi jutaan informasi). DNA ini merekam kemampuan dan ingatan manusia yang bahkan sudah berumur ribuan tahun sebelumnya.Saat manusia berkembang biak, sebagian DNA-nya diturunkan pada keturunannya dan terkadang ada beberapa yang ikut masuk kedalam memory atau prilakunya. makanya banyak orang yang merasa dirinya pernah dilahirkan sebelumnya dan menjalani kehidupan lain sebelumnya. ini juga yang menyebabkan terjadinya dejavu (ilusi/perasaan pernah mengalami) dalam diri kita. Bahkan DNA-DNA ini akan terus diturunkan pada keturunan meskipun sudah berpuluh-puluh tahun lamanya bahkan beratus-ratus tahun. Kemampuan manusia paranormal (termasuk anak indigo) ternyata merupakan kemampuan teknis menembus code-code DNA yang memuat semua storage informasi gentik nenek moyangnya atau nenek moyang seseorang.Anak indigo tidak ada urusannya dengan kepercayaan tertentu tentang “reinkarnasi”. Sama sekali belum ada bukti ilmiah tentang korelasi keindigoan dengan reinkarnasi. Bisa terjadi kemampuan daya tangkap pineal seseorang sedemikian kuat/kencang sehingga mampu mengakses memori-etnik-kolektif masa lampau dari nenek moyangnya terdahulu, atau dari memory dari orang lain. Seperti yang dialami oleh Pranaya, yang mempunyai ingatan tentang dirinya ketika menjadi Jenderal perang cina di zaman dahulu, dan beberapa kasus anak-anak indigo lainnya yang mempunyai memori seseorang yang dirasakannya adalah bentuk kehidupan dia yang terdahulu. Dan kasus putri dari bapak tukang becak ini yang tiba-tiba bisa menguasai dua bahasa tanpa ada yang mengajarinya (tetapi pada kasus ini, putrinya tidak ada ingatan tentang dirinya yang masa lalu. Yang dia ketahui hanyalah dia merasa familiar dengan dua bahasa asing ini, sebagaimana dia familiar dengan bahasa Indonesia). Mereka adalah contoh anak-anak yang mempunyai DNA istimewa yang dapat menangkap ‘warisan’ berupa memori dari pendahulunya dan mungkin memori dari orang lain karena tingkat sensifitas mereka yang sangat tinggi dibandingkan orang lain.
Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengakses informasi masa yang akan datang. Manusia pada dasarnya ialah “spiritus in carne” (roh yang membadan) sehingga sebagai roh, maka roh manusia mampu mengakses masa depan sama mudahnya dengan mengakses masa lampau. Karena memiliki “kepekaan khusus” maka kemampuannya kelihatannya luar biasa sementara “manusia bisa” lainnya -seperti kita-kita ini – yang pinealnya tidak berkembang atau dioptimalkan fungsinya sebagai alat pemancar (transmitter) dan alat penerima (receiver) informasi, tidak mampu mengakses memori kolektif masa lampau, apalagi informasi masa depan.
beberapa anak indigo memiliki kemampuan berbahasa ataupun kemampuan lain, yang belum pernah diajarkan siapapun sebelumnya.Seperti yang dialami oleh seorang tukang becak (pernah ditayangkan di Seputar Indonesia waktu tahun 2008 yang lalu) bahwa putrinya sangat fasih berbahasa Inggris dan Prancis. Padahal dia sendiri tidak paham satupun bahasa asing ini. Ketika organisasi Persatuan Anak Indigo Indonesia menganalisis aura anak ini, ternyata dia termasuk anak Indigo.
Pendapat kedua, berasal dari kalangan ilmuwan. Berdasarkan scientist, para ilmuwan dapat menjelaskan fenomena ini dan mengartikan reinkarnasi dengan artian yang lain. Reinkarnasi sebenarnya bukan kelahiran kembali/jiwa seseorang yang menempati tubuh baru tapi dalam ilmu sains, didalam diri manusia terdapat rangkaian DNA (kode genetik yang berisi jutaan informasi). DNA ini merekam kemampuan dan ingatan manusia yang bahkan sudah berumur ribuan tahun sebelumnya.Saat manusia berkembang biak, sebagian DNA-nya diturunkan pada keturunannya dan terkadang ada beberapa yang ikut masuk kedalam memory atau prilakunya. makanya banyak orang yang merasa dirinya pernah dilahirkan sebelumnya dan menjalani kehidupan lain sebelumnya. ini juga yang menyebabkan terjadinya dejavu (ilusi/perasaan pernah mengalami) dalam diri kita. Bahkan DNA-DNA ini akan terus diturunkan pada keturunan meskipun sudah berpuluh-puluh tahun lamanya bahkan beratus-ratus tahun. Kemampuan manusia paranormal (termasuk anak indigo) ternyata merupakan kemampuan teknis menembus code-code DNA yang memuat semua storage informasi gentik nenek moyangnya atau nenek moyang seseorang.Anak indigo tidak ada urusannya dengan kepercayaan tertentu tentang “reinkarnasi”. Sama sekali belum ada bukti ilmiah tentang korelasi keindigoan dengan reinkarnasi. Bisa terjadi kemampuan daya tangkap pineal seseorang sedemikian kuat/kencang sehingga mampu mengakses memori-etnik-kolektif masa lampau dari nenek moyangnya terdahulu, atau dari memory dari orang lain. Seperti yang dialami oleh Pranaya, yang mempunyai ingatan tentang dirinya ketika menjadi Jenderal perang cina di zaman dahulu, dan beberapa kasus anak-anak indigo lainnya yang mempunyai memori seseorang yang dirasakannya adalah bentuk kehidupan dia yang terdahulu. Dan kasus putri dari bapak tukang becak ini yang tiba-tiba bisa menguasai dua bahasa tanpa ada yang mengajarinya (tetapi pada kasus ini, putrinya tidak ada ingatan tentang dirinya yang masa lalu. Yang dia ketahui hanyalah dia merasa familiar dengan dua bahasa asing ini, sebagaimana dia familiar dengan bahasa Indonesia). Mereka adalah contoh anak-anak yang mempunyai DNA istimewa yang dapat menangkap ‘warisan’ berupa memori dari pendahulunya dan mungkin memori dari orang lain karena tingkat sensifitas mereka yang sangat tinggi dibandingkan orang lain.
Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengakses informasi masa yang akan datang. Manusia pada dasarnya ialah “spiritus in carne” (roh yang membadan) sehingga sebagai roh, maka roh manusia mampu mengakses masa depan sama mudahnya dengan mengakses masa lampau. Karena memiliki “kepekaan khusus” maka kemampuannya kelihatannya luar biasa sementara “manusia bisa” lainnya -seperti kita-kita ini – yang pinealnya tidak berkembang atau dioptimalkan fungsinya sebagai alat pemancar (transmitter) dan alat penerima (receiver) informasi, tidak mampu mengakses memori kolektif masa lampau, apalagi informasi masa depan.
Generasi Magenta, Generasi Ungu/Violet, Generasi Indigo dan Generasi Kristal.Setiap manusia memiliki aura yang berbeda-beda. Tetapi, manusia pada umumnya memiliki aura berwarna hijau. Orang yang mempunyai bakat six sense atau kemampuan diatas rata-rata manusia umumnya berwarna merah keunguan/magenta. Mama Lauren adalah salah satu contoh orang Magenta. Mama Laurent sendiri menceritakan peristiwa “suara-suara” yang ia dengar waktu ia bersekolah dahulu, suara itu menyuruhnya cepat-cepat keluar dari kelas. Ia heran kenapa suara yang begitu keras tidak terdengar oleh guru dan kawan-kawan sekelasnya. Akibatnya ia ditegur oleh ‘juffrouw’ dan kena diskors 2 hari tidak boleh masuk sekolah. Dua jam setelah itu 300 anak termasuk para gurunya mati semua terkena bom yang dijatuhkan oleh pihak Jerman. Jelas Mama Laurent yang berusia 7 tahun memiliki apa yang disebut “fine hearing” yaitu salah satu kemampuan paranormal bisa mendengar suara alam atau suara yang tak bisa didengar oleh orang kebanyakkan. Saat itu belum populer parameter tentang “anak indigo” walaupun pada zaman itu dikenal istilah “magenta kids”. Istilah “magenta kids” itupun tentunya populer bukan pada saat Mama Laurent berusia 7 tahun itu melainkan beberapa dekade kemudian. Di masa zaman mama Lauren, banyak juga bermunculan Magenta kids seperti dirinya di sekitar awal Perang Dunia I. Pada berakhirnya PD II, sebutan magenta kids ini digantikan oleh violet children. Cuma violet children ini terkadang sering disamakan dengan Magenta kids, karena kemampuan dan kelebihan mereka tidak terlalu jauh berbeda. Kemunculan generasi baru Indigo diperkirakan sekitar awal tahun 1970 dalam mulai meningkat ditahun 1980-an, dan semakin banyaknya kelahiran serentak orang-orang indigo generasi baru semenjak tahun 2000. Yang terakhir adalah generasi Kristal yang diperkirakan mulai lahir di abad 21 ini.
Persamaan dari empat generasi ini adalah mereka sama-sama mempunyai kelebihan yang bermacam-macam dan tingkat sensitifitas yang lebih tinggi daripada orang kebanyakkan. Seperti bisa melihat masa depan, membaca pikiran, telekinesis, dan lain-lain. Hampir mirip memang kelebihannya, tetapi mereka adalah generasi berbeda.
Tetapi walaupun adanya persamaan dari masing-masing generasi ini, tentu saja ada perbedaannya juga. Perbedaan indigo child dengan magenta kids dan violet children sangat nyata. Aura yang dominan berwarna nila (ungu bercampur biru gelap atau biru tua) pada “anak indigo” memancar dari “Cakra third eye” atau cakra mata ketiga yang terdapat di antara kedua alis di kening. Sedangkan “magenta kids” memancarkan sinar ungu yang keluar dari “Cakra Sahasrara” atau Crown/ mahkota yang terletak di ubun-ubun berwarna magenta/merah keunguan. Sedangkan third eye violet children lebih kearah warna ungu terang. Perbedaan lainnya adalah six sense orang indigo jauh lebih tajam daripada six sensenya orang magenta dan violet. Dan mereka mempunyai kebijakan dan pemahaman yang lebih mendalam daripada orang magenta dan orang violet. Sedangkan untuk generasi kristal yang untuk saat ini belum lahir, diperkirakan kekuatan spiritual mereka melebihi dari generasi indigo nantinya.
Paranormal seperti mama lauren, ki joko bodo , orang-orang magenta lainnya tidak bisa menembus penerawangan mereka lebih dari tahun 2012. Karena ditahun 2013 adalah tahunnya para generasi violet dan Indigo dan berakhirnya tahun generasi magenta (semacam penyerahan generasi). Seperti mama Lauren (orang Magenta) tuturkan, terjadinya perubahan signifikan di dunia spiritual-supranatural berupa peralihan dari generasi yang lebih terdahulu kepada generasi berikutnya. Yakni dari magenta, ke generasi berikutnya yakni generasi Ungu (Violet) dan kepada generasi Indigo yang bertugas sebagai puncak pembawa misi dari dua generasi sebelumnya sebelum akhirnya mereka menyerahkan ‘tugas’ mereka kepada generasi kristal. Sebagai generasi terakhir.
Persamaan dari empat generasi ini adalah mereka sama-sama mempunyai kelebihan yang bermacam-macam dan tingkat sensitifitas yang lebih tinggi daripada orang kebanyakkan. Seperti bisa melihat masa depan, membaca pikiran, telekinesis, dan lain-lain. Hampir mirip memang kelebihannya, tetapi mereka adalah generasi berbeda.
Tetapi walaupun adanya persamaan dari masing-masing generasi ini, tentu saja ada perbedaannya juga. Perbedaan indigo child dengan magenta kids dan violet children sangat nyata. Aura yang dominan berwarna nila (ungu bercampur biru gelap atau biru tua) pada “anak indigo” memancar dari “Cakra third eye” atau cakra mata ketiga yang terdapat di antara kedua alis di kening. Sedangkan “magenta kids” memancarkan sinar ungu yang keluar dari “Cakra Sahasrara” atau Crown/ mahkota yang terletak di ubun-ubun berwarna magenta/merah keunguan. Sedangkan third eye violet children lebih kearah warna ungu terang. Perbedaan lainnya adalah six sense orang indigo jauh lebih tajam daripada six sensenya orang magenta dan violet. Dan mereka mempunyai kebijakan dan pemahaman yang lebih mendalam daripada orang magenta dan orang violet. Sedangkan untuk generasi kristal yang untuk saat ini belum lahir, diperkirakan kekuatan spiritual mereka melebihi dari generasi indigo nantinya.
Paranormal seperti mama lauren, ki joko bodo , orang-orang magenta lainnya tidak bisa menembus penerawangan mereka lebih dari tahun 2012. Karena ditahun 2013 adalah tahunnya para generasi violet dan Indigo dan berakhirnya tahun generasi magenta (semacam penyerahan generasi). Seperti mama Lauren (orang Magenta) tuturkan, terjadinya perubahan signifikan di dunia spiritual-supranatural berupa peralihan dari generasi yang lebih terdahulu kepada generasi berikutnya. Yakni dari magenta, ke generasi berikutnya yakni generasi Ungu (Violet) dan kepada generasi Indigo yang bertugas sebagai puncak pembawa misi dari dua generasi sebelumnya sebelum akhirnya mereka menyerahkan ‘tugas’ mereka kepada generasi kristal. Sebagai generasi terakhir.
Kaitan 2012 dengan Indigo childsBangsa Maya Purba adalah salah satu suku tua yang sudah menerima pengetahuan yang mendalam mengenai alam semesta (universe). Sistem perhitungan kalendernya bukan hanya terkait dengan peredaran matahari kita, tapi sudah dipengaruhi oleh peredaran tata surya kita di galaksi, mungkin juga galaksi di dalam kumpulan galaksi (grup lokal galaksi). Pada akhir tahun 2012, posisi tata surya kita secara linier akan menutupi titik pusat galaksi bima sakti. Kondisi ini akan berpengaruh kepada suplai energi dari galaksi ke bumi. Energi ini bukan hanya untuk kehidupan alam materi di bumi, tapi juga akan berpengaruh kepada kemampuan manusia berinteraksi dengan alam supranatural (alam yang berdimensi lebih tinggi dari alam materi).Di sementara waktu terputusnya energi ini – menurut kalender Maya disebutkan pukul 11.11 – terjadi pemadaman kemampuan para supranaturalis dari orang-orang Magenta dan setelah suplai energi kembali terjadi, maka orang-orang Ungu, Indigo dan Kristal akan menerima kekuatan penuhnya. Tahap ini merupakan “serah terima” tugas dari generasi terdahulu kepada generasi penerus.Selain itu pada 2012 sebagian besar orang-orang Indigo generasi pertama banyak yang sudah berusia 40 tahun, suatu periode usia yang bercirikan kemandirian, kemapanan dan tanggung jawab dalam dunia supranatural. Orang-orang Indigo pun menerima tugas untuk membina dunia dan manusia, selain mempersiapkan generasi-generasi Indigo berikutnya yang akan terus lahir menjelang kelahiran para generasi kristal.
Ciri-ciri Indigo Child
Definisi Indigo child yang dikutip dari sebuah buku”Indigo Child” yang ditulis bersama Lee Carrol dan Jan Tober. Mereka menggunakan kata biru tua untuk melukiskan anak-anak indigo ini. Tetapi, generasi biru tua menampakkan suatu sifat psikologis yang serba baru dan lain dari yang lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat berbeda dengan sebagaian besar keajaiban dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Menurut Jan Tobler dalam pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children ada 10 ciri anak indigo:
1. Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi
2. Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.
3. Dirinya bukanlah yang utama, seringkali menyampaikan ‘siapa jati dirinya’ pada orang tuanya
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan
5. Tidak mau/sulit menunggu giliran
6. Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran yang kreatif
7. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan “non konformistis” terhadap sistem yang berlaku; 8. Tampak seperti antisosial, terasing kecuali di lingkungannya. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi
9. Tidak berespons terhadap aturan-aturan kaku (Misalkan: “tunggu sampai ayahmu pulang”)
10. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya.
1. Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi
2. Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.
3. Dirinya bukanlah yang utama, seringkali menyampaikan ‘siapa jati dirinya’ pada orang tuanya
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan
5. Tidak mau/sulit menunggu giliran
6. Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran yang kreatif
7. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan “non konformistis” terhadap sistem yang berlaku; 8. Tampak seperti antisosial, terasing kecuali di lingkungannya. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi
9. Tidak berespons terhadap aturan-aturan kaku (Misalkan: “tunggu sampai ayahmu pulang”)
10. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya.
Berikut ini adalah 10 besar ciri khas bocah Indigo menurut Lee Carrol :
1. Mereka bertingkah seperti raja sejak lahir, dan kerap memanifestasikannya (seperti mempunyai harkat dan martabat yang diri dalam setiap gerak gerik, perkataan dan tingkah laku sehingga terkesan angkuh)
2. Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya semestinya” dan akan merasa sangat ganjl bila melihat orang lain tidak berpikir demikian
3. Mereka kerap memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”
4. Mereka tidak akan melakukan hal yang spesifik, misalnya berbaris berurutan adalah suatu hal yang sulit bagi mereka
5. Iia merasa tidak terbiasa terhadap hal yang kaku dan tidak memerlukan kreatifitas,
6. Baik di rumah atau sekolah, biasanya mereka dapat menemukan cara kerja yang lebih baik, sehingga mereka dianggap sebagai perusak tata tertib yang sudah berjalan
7. Biasanya mereka introvek (menyembunyikan perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini yang dapat memahami mereka
8. Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan pribadi
9. Kemampuan mata batin mereka secara umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui permainan orang dewasa
10. Mudah hanyut dalam kecanduan dan kebiasaan jelek lainnya.
1. Mereka bertingkah seperti raja sejak lahir, dan kerap memanifestasikannya (seperti mempunyai harkat dan martabat yang diri dalam setiap gerak gerik, perkataan dan tingkah laku sehingga terkesan angkuh)
2. Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya semestinya” dan akan merasa sangat ganjl bila melihat orang lain tidak berpikir demikian
3. Mereka kerap memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”
4. Mereka tidak akan melakukan hal yang spesifik, misalnya berbaris berurutan adalah suatu hal yang sulit bagi mereka
5. Iia merasa tidak terbiasa terhadap hal yang kaku dan tidak memerlukan kreatifitas,
6. Baik di rumah atau sekolah, biasanya mereka dapat menemukan cara kerja yang lebih baik, sehingga mereka dianggap sebagai perusak tata tertib yang sudah berjalan
7. Biasanya mereka introvek (menyembunyikan perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini yang dapat memahami mereka
8. Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan pribadi
9. Kemampuan mata batin mereka secara umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui permainan orang dewasa
10. Mudah hanyut dalam kecanduan dan kebiasaan jelek lainnya.
Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.
anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif, karena dia sudah melalui cakra leher yang berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk dalam kategori indigo, baik secara mental maupun spiritual. Bila difoto aura, seakan-akan tampak memakai serban dengan warna biru. Hanya saja, saat ia lahir, jasmaninya kecil, tidak sematang mental dan spiritualnya. Pertumbuhan fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.
Anak-anak Indigo memang sering dianggap aneh.Mereka suka berbicara sendiri, dapat melihat masa lalu dan masa depan serta cenderung lebih matang dari usianya. Kecerdasan anak-anak Indigo juga di atas rata-rata dan mereka mampu melakukan hal-hal yang bahkan belum pernah mereka pelajari sebelumnya. Karena sering bicara sendiri, banyak orangtua anak Indigo menyangka anak mereka menyandang autisme atau hiperaktif.
Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. “Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensory perception) alias indra keenam. Kemampuan ESP, bisa menjelajah ruang dan waktu. Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan menjelajah ruang.
Pro dan Kontroversi Terhadap Kehadiran Anak-anak Indigo.
Saat ini, diperkirakan ada sekitar 10.000 anak indigo yang lahir di Indonesia dan itupun hanya beberapa ratus diantara mereka baru berhasil di’temukan’. Tetapi kehadiran mereka yang masih sedikit ini ternyata memicu beberapa pro dan kontroversi didalam masyarakat. Ada beberapa orangtua dan masyarakat yang tidak dapat menerima ‘keanehan’ anak mereka. Hal ini senada dengan pernyataan beberapa psikologi yang berpendapat bahwa lebih baik kemampuan anak indigo ini di normalkan kembali seperti manusia biasa lainnya. Seperti yang dituturkan oleh Psikolog dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Dra. Sawitri Supardi Sadardjoen, menyarankan kepada para orangtua untuk “menormalkan” anak-anak istimewa ini. Sawitri menyarankan untuk “menumpulkan” kemampuan si anak. Caranya? “Dengan memberi pengertian bahwa apa yang diketahui si anak itu semata-mata faktor kebetulan,” katanya.
Mereka yang berpendapat untuk ‘menormalkan’ atau ‘menumpulkan’ kelebihan dari anak indigo ini berdasarkan atas rasa khawatir si anak akan tersiksa dengan kelebihan yang dimiliki, Sawitri beralasan bahwa kemampuan itu akan membuat anak menjadi tidak realistis dan malas. “Kalau mereka konsentrasi dengan memusatkan energi, mereka bisa membayangkan soal-soal yang akan keluar dalam ujian. Ini bisa membuat mereka jadi malas belajar,” tutur Sawitri.
Lain lagi pendapat Prof. Dr. dr. H. Soewardi, MPH, SpKJ. Spesialis penyakit jiwa di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, ini mewanti-wanti bahwa anak-anak indigo mesti disikapi secara hati-hati, terutama oleh lingkungan sosial dan keluarganya. “Sebenarnya gejala tersebut adalah gejala ketidakwajaran,” kata Soewardi. “Kejaiban” anak indigo itu terjadi, menurut Soewardi, karena ada kesalahan dalam kinerja otaknya. “Lebih tepat dikatakan bahwa sistem kerja otaknya terganggu,” ujarnya. Hal inilah yang menimbulkan ketidakwajaran. “Dalam sistem limbik otak, terutama neurotransmiternya, terganggu. Ini yang harus diupayakan kesembuhannya,” Soewardi menambahkan. Oleh sebab itu, masih kata Soewardi, anak indigo jangan terlalu diistimewakan. Ia menyarankan agar mereka diperlakukan secara wajar supaya perkembangan jiwanya tidak terganggu. Perlakuan itu, menurut Soewardi, juga bisa mempercepat kinerja otak anak indigo agar berfungsi seperti sedia kala. “Anak indigo itu tidak normal alias sakit,” katanya. Untuk kesembuhannya, antara lain, dilakukan melalui terapi, termasuk terapi religius. “Terapi melalui agama juga bisa dilakukan,” kata Soewardi. “Jangan disembuhkan melalui cara-cara pengobatan yang aneh-aneh atau di luar medis,” Soewardi mengingatkan.
Selain itu kecenderungan Psikologi atau Psikiatri memberi label “anak indigo” sebagai manusia dengan gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) jelas-jelas memberi kategori Mental Disorder seperti judul D kedua pada sindrom ADHD tsb. Karena sakit jiwa tentunya harus ditangani oleh seorang Psikiater dan bukan oleh seorang Psikolog. Ironisnya justru seorang Psikiater tidak mampu menyembuhkan penyakit ADHD tersebut sampai sekarang ini. Bahwa dalam kurun penanganan oleh seorang Psikiater kemudian gejala ADHD tersebut mulai tampak berkurang belum tentu menunjukkan efektivitas daripada terapinya. Mungkin juga terjadi secara alamiah justru karena atrofi daripada kelenjar pineal itu sendiri yang menjadi “biang keladi” semua fenomen yang tampaknya abnormal tersebut
Pandangan Soewardi itu berbeda dengan Dr. Erwin yang menilai anak indigo adalah anugerah Ilahi. Dalam pandangan Erwin, anak-anak indigo pada dasarnya seumur hidup akan indigo terus. Di usia anak-anak, mereka kerap “berontak”. Tapi ketika dewasa, karena sudah bisa menyesuaikan diri, sikap pemberontakannya berkurang. Artinya, “pendampingan” terhadap anak indigo sangat diutamakan, agar mereka bisa tumbuh secara wajar. Menurutnya anak indigo pada dasarnya punya cita-cita berbuat baik dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Modalnya sudah di tangan: punya indra keenam, IQ-nya di atas rata-rata, dan bijaksana. Tinggal memolesnya saja. Dan, itulah yang kini tengah getol dilakukan di Barat. Sekolah untuk anak indigo sudah banyak bertebaran. Di Indonesia? Itulah yang tengah dipikirkan oleh mereka yang sangat peduli pada indigo, termasuk Dr. Erwin. Jumlah anak indigo di Indonesia mungkin belum mencapai ratusan. Tapi dari yang sedikit itu, jika mendapat bimbingan yang sempurna, diharapkan mereka kelak menjadi pemimpin masa depan yang arif bijaksana, humanis, dan cinta damai.
Sekarang ini banyak bermunculan sekolah khusus untuk-untuk anak indigo yang dikelola oleh Organisasi Indigo Indonesia. Karena dengan kemampuan dan kecerdasan mereka melebihi dari anak seusia mereka lainnya (bahkan melebihi generasi Magenta dan Violet) biasanya sering menyebabkan mereka malas bahkan memberontak. Untuk mengatasi hal tersebut perlunya sistem pendidikan yang sesuai dengan mereka. Para psikiater seperti Dr. Erwin bersama psikiater Indonesia lainnya yang tertarik menangani kasus kemunculan anak-anak Indigo, bersama, mereka mencoba merangkul para orangtua dalam menghadapi anak-anak indigo sebagai suatu anugerah yang sangat istimewa dan bukan suatu hal yang ahrus ditakuti . Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak cenderung memberontak, agresif, dan nakal.
Tak sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak orangtuanya. Jika orangtua masih otoriter membatasi aktivitas spiritual anak indigo, si anak pasti akan berontak. Oleh karena itu perlunya pendidikan yang harus diketahui oleh orangtua dalam menghadapi anak mereka yang tentu saja berbeda dengan anak-anak biasa lainnya. Selain itu, spiritualis Leo Lumanto juga tertarik dengan generasi indigo ini. Dia sebagai orang yang juga mempunyai six sense lebih tajam dari orang lain menyatakan kekagumannya terhadap generasi baru ini. Ia sudah beberapa tahun ini berinteraksi dengan banak-anak indigo. Saat ini, dia membimbing tiga anak indigo. Bimbingannya tidak berbentuk terapi khusus. Bocah itu hanya sering diajak berdialog saat mengikuti orangtuanya dalam acara pengajian di kediaman Leo, di kawasan Bintaro, Sektor IX, Tangerang, Banten.
Orangtua mereka berkonsultasi ke Leo, umumnya setelah melalui perjalanan panjang dari psikiater sampai ke paranormal. Sikap anak indigo yang terbilang unik menyebabkan orangtua mereka kerap menyangka anak-anak ini hiperaktif sehingga perlu dibawa ke psikiater. Ada juga yang beranggapan anaknya jadi “aneh” karena gangguan dari alam lain. “Dianggap ada yang nempel,” kata Leo. Berhubung sudah dipersepsikan seperti itu, si anak biasanya dibawa ke paranormal untuk “dibereskan” dari urusan dengan dunia lain yang diakrabinya. Dalam pandangan Leo, anak indigo bukanlah bocah yang ketempelan jin atau sejenisnya. “Ini merupakan kehendak Allah yang tidak bisa kita sangkal,” Leo menyimpulkan.
Menurut Leo, ciri lain anak indigo adalah suka menyendiri. Begitu berada pada suatu situasi atau lingkungan baru, anak indigo akan mencermati keadaan sekelilingnya dengan sangat teliti. Kemampuan mereka mengenal suasana dan individu luar biasa. “Walaupun terkadang mereka terlihat acuh tak acuh, sebenarnya di balik itu mereka paham apa yang sedang terjadi,” papar Leo
Tugas Dan Misi Generasi Indigo
Generasi Indigo adalah Generasi Spiritual. Sebuah generasi yang terlahir memiliki kekuatan rohani dan menjalani kehidupan berdasarkan “kebenaran dalam” yang dipahami tanpa diajarkan lebih dulu.
Orang-orang Indigo adalah generasi supranaturalis yang mampu memadukan teori-teori sains dan teknologi informatika dengan kemampuan supranatural mereka. Teori-teori fisika seperti mekanika kwantum, gelombang elektromagnetik (cahaya dan listrik), medan magnit, dan teori relativitas dipadu dengan teori biokimia seperti genetika, biologi molekuler, sistem hormonal tubuh dan diolah dengan kemampuan supranatural mereka seperti kekuatan pikiran, perasaan dan kehendak. Dan kemampuan ini benar-benar kemampuan mandiri di mana semakin sedikit peran dari “kekuatan lain”.
maksud dan tujuan dari kehadiran orang Indigo adalah tugas yang diembannya di muka bumi ini. Orang-orang Indigo (orang ungu, indigo) secara umum mempunyai tugas-tugas:
1. Menjaga harmonisasi alam nyata dan alam supranatural beserta penghuninya, serta manusia dalam hubungan dengan Tuhan.
2. Membantu penumbuhan kesadaran pada manusia akan kebenaran yang mulai ditinggalkan.
3. Membantu pengeliminasian penyebab ketidakseimbangan harmonisasi dan penumbuhan kesadaran, terutama manusia yang jahat dan buruk akhlaknya dan mahkluk lain yang berusaha menggagalkan misi ini.
4. Saling berkoneksasi dan berinteraksi antar Indigo dan makhluk di dimensi lain, dalam rangka tugas-tugas di atas.
5. Membantu pengembalian kekuasaan di bumi kepada manusia yang berhak memegangnya.
6. Membantu pelaksanaan kekuasaan tersebut sampai tiba masanya berakhir.
Setelah misi dari generasi Indigo ini tercapai, maka perjalanan selanjutnya diserahkan oleh generasi terakhir yaitu generasi kristal. Orang-orang kristal sangat sensitif terhadap listrik, bisa mengakibatkan bohlam meledak, komputer mati sendiri sejenisnya, dan tidak mengenal rasa takut serta mereka sangat sensitif dengan hal berbau kekerasan apapun caranya dan ketidakpedulian manusia akan sekitarnya (bikin mereka marah besar).
Diperkirakan oleh orang psikik, generasi Magenta, generasi Ungu dan generasi Indigo, mungkin ketika generasi kristal telah bermunculan boleh jadi kiamat akan segera tiba, karena orang kristal adalah generasi terakhir dari warna-warna yang pernah muncul. Warna ini tidak pernah muncul di masa-masa sebelumnya, dan muncul hanya di bagian akhir dari semua generasi Indigo. Kristal yang berwarna bening menurut teori spektrum cahaya adalah perpaduan semua warna cahaya yang sudah menyatu dalam satu frekuensi yang sama, yakni cahaya tunggal tidak berwarna. Suatu lambang kesempurnaan, tujuan akhir penyatuan kepada Yang Tertinggi dan Sumber Utama. Tetapi semua itu kita serahkan kepada Tuhan yang di tanganNya lah pengetahuan tentang datangnya kiamat, yang dimana tidak akan diketahui oleh semua makhluknya kapan hari itu akan tiba, bahkan para Malaikat dan Nabi sekalipun. Wallahu a’lam.
Cara Mendidik anak indigo.
Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:
1. Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.
2. Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.
3. Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.
4. Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.
5. Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.
6. Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.
7. Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.
8. Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain. Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.
9. Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.
10. Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.
2. Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.
3. Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.
4. Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.
5. Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.
6. Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.
7. Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.
8. Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain. Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.
9. Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.
10. Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.
Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas. Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.
Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.
No comments:
Post a Comment